• Jelajahi

    Copyright © BacaNews | Baca Berita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    iklan atas

    X

    Haikal Hassan Dipolisikan gegara Mimpi, Refly: Yang Bermasalah Orang yang Lapor

    BacaNews.id
    30 Desember 2020


    BACANEWS.ID - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengaku heran Haikal Hassan diperiksa polisi.

    Hal itu terkait dengan pengakuan Haikal Hassan yang mengaku bermimpi bertemu Rasulullah.

    Menurut Refly Harun, ada keanehan dalam kasus tersebut.

    "Jadi aneh ya, pertama Haikal Hassan menceritakan kalau dia pernah bermimpi bertemu Rasulullah," ujar Refly seperti yang dikutip dalam kanal YouTube Refly Harun, Selasa (29/12/2020).

    "Tidak ada yang salah, orang mengatakan pernah bermimpi."

    Tak hanya itu, ia juga heran karena Haikal Hassan diminta membuktikan mimpi oleh polisi.

    Menurutnya, pelapor Haikal Hassan yang justru tampak bermasalah.

    "Kalau ditanya buktinya, itu yang bermasalah," terang Refly.

    "Yang bermasalah itu orang yang melaporkan dan membuat mimpi ini harus diperiksa."

    "Bayangkan betapa absurd-nya masalah ini."

    "Bagaimana caranya membuktikan bahwa seseorang bermimpi atau tidak," tambahnya.

    Hingga kini, memang belum ditemukan alat untuk membuktikan mimpi.

    Tak hanya itu, menurut Refly, mimpi adalah privasi yang tak seharusnya diketahui banyak orang.

    "Pertama tidak ada alat untuk membuktikan benar atau tidak mimpi tersebut," ujar Refly.

    "Yang kedua, mimpi itu hal yang sangat privat yang hanya terkait antara orang yang bermimpi dan apa yang dia mimpikan."

    "Tidak ada alat untuk memverifikasi apakah mimpi itu benar atau tidak."

    "Namanya juga bermimpi," lanjutnya.

    Terkait hal itu, Refly lantas menyinggung nama Politisi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni.

    Ia menyebut Ahmad Sahroni mendukung Haikal Hassan.

    "Tak heran kalau Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III kalau enggak salah dari Partai Nasdem."

    "Mendukung Haikal Hassan dan mengatakan 'Saya kerjaannya bermimpi terus'," tandasnya. (*)

    Terkini