• Jelajahi

    Copyright © BacaNews | Baca Berita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    iklan atas

    X

    Jenderal Kopassus Bongkar Rencana Miliarder Yahudi Hancurkan Indonesia

    BacaNews.id
    13 Januari 2021


    BACANEWS.ID - Tokoh militer Nusantara, Jenderal TNI (Purnawirawan) AM Hendropriyono baru saja mengungkap sebuah rencana besar miliader Yahudi, George Soros untuk merusak nasionalisme negara-negara di Asia dan Republik Indonesia.

    Hal itu diungkapkan jenderal senior Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI dalam sebuah tulisan panjangnya. Dilansir VIVA Militer dari media sosial Jenderal TNI Hendro, Senin 11 Januari 2021

    Tulisan itu diberi judul 2021 Soros Bergerak Lagi oleh prajurit TNI jebolan Akademi Militer (Akmil) 1967 itu.

    Menurut matan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut, Soros akan merusak nasionalisme dengan menebar liberalisme di dunia. Bahkan, Soros disebutkannya sudah menyiapkan dana tak terbatas untuk proyek besarnya itu.

    Jenderal TNI Hendro memaparkan, untuk mensukseskan proyek penghancurkan nasionalisme tersebut, Soros sudah mendirikan beberapa lembaga pendidikan, untuk menggencarkan penghayatan filasafatnya.

    Dan bahayanya, gerakan merusak nasionalisme itu sudah bergerak di Asia. Beberapa negara sudah disusupinya. Dan Indonesia menjadi salah satu targetnya.

    Meski yakin Indonesia dengan Pancasila mampu menangkal serangan Soros itu, tapi Jenderal TNI Hendro khawatir ada orang dan organisasi masyarakat yang berkhianat kepada bangsa

    Jenderal TNI Hendro mengingatkan kembali peran Soros dan menghancurkan perekonomian Indonesia di era reformasi. Soros kala itu, menurut Jenderal TNI Hendro merusak ekonomi RI dengan menghajar sistem keuangan Thailand melalui Quantum Fund.

    Berikut tulisan lengkap Jenderal TNI Hendropriyono:

    ‘2021 Soros Bergerak lagi!

    Gerakan ini merupakan proyek yangg paling penting baginya, sebagai warisan kepada dunia. Dalam usia 90 tahun ia bertekad, untuk terus menebar liberalisme, walau mungkin kelak harus dari liang kuburnya.

    Dengan dana US$ 1 miliar pada November 2020 yang baru lalu, Soros membentuk OSUN (Open Society University Network), untuk menghancurkan nasionalisme.

    Ia telah mempersiapkan Bard College New York di AS dan Central European University di Vienna Austria, untuk penghayatan filsafatnya di seluruh dunia. Bangladesh dan Taiwan dibuat, sebagai pancangan kaki gerakannya di Asia.

    Sebagai sasaran direncanakan para akademikus yg hidup sengsara dan merasa tertindas secara politik atau ekonomi. Spekulan kapitalis yang lihai ini, menunjuk Lord Mark Brown sbg Ketua baru Yayasan yg membidangi proyek 2021nya. Proyek anti nasionalisme tersebut, juga bertujuan federalisasi Eropa dan liberalisasi sistem peradilan dunia.

    Nasionalisme kita mengutamakan keamanan dan kesejahteraan bersama, dengan saling asah, asih dan asuh dalam kehidupan yang toleran terhadap perbedaan suku, ras, golongan dan agama. Adapun liberalismenya Soros mengutamakan kepentingan bangsanya AS yang kapitalistik dan kepentingan individu, untuk bebas bersaing dan sama haknya dengan kita bahkan di negara kita sendiri.

    Pada 1997 George Soros telah menghajar sistem keuangan Thailand melalui Quontum Fund, yang dua bulan kemudian berimplikasi langsung terhadap Indonesia. Ekonomi kita dulu runtuh dari indikator pertumbuhan yang +6% menjadi -13%. Penderitaan rakyat yang sangat pahit itu tidak ingin kita alami lagi.

    Penjajahan filsafat tersebut berimplikasi langsung pada realitas ekonomi. Karena itu ia menyebut filsafatnya sebagai refleksitas, yang intinya bahwa pelaku pasar tergantung pada persepsinya terhadap realitas bukan sebaliknya.

    Hanya dengan mendalami secara akademik dan menghayati serta mengamalkan Pancasila, konstruksi sosial kita tentang nasionalisme akan cukup tangguh menghadapi gempuran Soros tersebut

    Soros bahkan menyebut nama orang-orang yang bisa dihubungi untuk rencana nya tersebut. Kita berharap tidak ada oknum individu ataupun LSM yang tega berhianat kepada bangsanya sendiri Indonesia.

    Terkini