• Jelajahi

    Copyright © BacaNews | Baca Berita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    iklan atas

    X

    Soal Tewasnya Laskar, Buya Yahya: Tidak Jujur Maka Musibah Besar Allah akan Datang

    BacaNews.id
    19 Januari 2021


    BACANEWS.ID - Buya Yahya meberikan nasihat dan wejangan soal penyelesaian kasus penembakan yang menewaskan 6 anggota FPI.

    Buya Yahya mengajak para pihak yang terlibat untuk saling terbuka dan jujur agar penyelesaian kasus penembakan anggota FPI berakhir dengan diterima semuanya.

    Baik kepada FPI maupun pihak kepolisan, Buya Yahya mengajak untuk bersama memberikan solusi jalan keluar terbaiknya.

    Selain itu, Buya Yahya juga mengingatkan kepada yang pro FPI dan anti FPI membuang semua egonya. Tidak bicara asal dengan praduga yang menyebabkan prasangka justru menciptakan permusuhan.

    Menurut Buya Yahya semua pihak yang terkait dengan kasus penembakan laskar FPI baik dari pihak FPI atau aparat harus bersikap profesional.

    “Yang perlu kami sampaikan kepada semuanya kita punya Allah, ada Allah, jangan biasa berbicara yang Anda tidak tahu pasti dan tidak jelas. Jangan bicarakan hal-hal semacam ini dengan praduga karena jadi sebab orang berprasangka lalu permusuhan,” ucap Buya Yahya dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

    Buya Yahya mengingatkan kepada semua pihak untuk kembali kepada hati Nurani tidak menuruti hawa nafsu dalam penyelesaian kasus tewasnya anggota FPI.

    Semua pihak diharapkan untuk berlaku jujur dan berusaha sebaik-baiknya.

    “Maka kami memohon kepada yang akan mengurusi permasalahan ini mohon bawa hati nurani Anda dan semuanya, batin Anda. Jangan nuruti hawa nafsu siapapun yang mengurusi hal ini. Kita punya Allah, jangan pengen rusak umat ini. Jika Anda bisa jadi juru damai, jadilah juru damai,” ucap Buya Yahya.

    Buya Yahya juga tegas mengingatkan untuk tidak bicara dusta, cari data dengan sungguh-sungguh agar masyarakat tidak semakin gaduh.

    “Cari data yang sesungguhnya, yang sebenarnya dan sampaikan yang sebenarnya dan selesai setelah itu. Jangan berdusta ingat, yang berdusta dalam urusan ini akan ada musibah dari Allah, akan ada musibah besar dari Allah buat diri Anda. Maka yuk yang jujur dalam hal ini dan secepatnya supaya umat ini tidak gaduh dengan perselisihan semacam ini,” lanjut Yahya.

    Bahkan tak tanggung-tanggung Buya Yahya mengingatkan akan ada musibah besar untuk orang yang berdusta dalam penyelesaian kasus penembakan laskar FPI.

    Buya Yahya juga mengingatkan agar pro FPI dan anti FPI sama-sama sepakat untuk mencari kedamaian.

    “Kemudian kami seru kepada semuanya, umat, baik Anda yang pro FPI dan anti FPI semoga semuanya bersepakat mencari kedamaian. Kalau begitu lepaskan semua kebencian Anda atau kecintaan Anda mari kita menghadap kepada Allah dengan serius kita serahkan kepada Allah semuanya urusan kita, memohon ya Allah tunjukkan kebenaran,” ujar Yahya.

    “Dan kepada aparat semuanya yang akan menangani permasalahan ini ingat hitungan Anda dengan Allah. Kalau Anda selamat dari hukuman di dunia kalau Anda tidak jujur, Anda tidak akan selamat dari hukuman di alam barzah dan di akhirat, ini tanda cinta kami untuk Anda,” ucap Yahya.

    “Jangan macam-macam urusan ini, jangan macam-macam urusan ini karena urusan nyawa umat nabi Muhammad. Kedepannya akan ada nyawa-nyawa lagi kalau dibiarkan terus menerus karena pernah ada kejadian yang semacam ini nanti semakin keruh kalau tidak ada ketegasan dari aparat,” tegas Yahya.

    Selanjutnya, Buya Yahya juga mengajak semua masyarakat untuk mengikuti semua prosedur hukum terkait pengusutas kasus penembakan laskar FPI.

    “Adapun yang bersangkutan membela menjelaskan sesuai kenyataan wajar silahkan tapi jangan mudah mencaci dan mengolok apalagi berdusta. Nanti setelah ada pembuktian melalui prosedur hukum maka ayo kita ikuti semuanya,” lanjut Buya Yahya.

    Memang saat ini penyelidikan soal penembakan laskar FPI belum final. Kekinian, Komnas HAM juga melakukan investigas dengan tahap awal meminta klarifikasi dan memanggil pihak FPI, keluarga korban, saksi, masyarakat termasuk Kapolda Metro Jaya dan Direktur Utama PT Jasa Raharja.

    Terkini