Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Viral, Jembatan Ngabisin Anggaran Rp 200 Juta tapi Bentuknya Gemesin Warganet


BACANEWS.ID - Beredar di media sosial foto jembatan bernilai Rp 200 juta. Foto jembatan yang diperkirakan ada di daerah Gresik tersebut viral setelah dibagikan ulang oleh akun Twitter @MemeComicIndo.

“Uang pajak Anda sedang bekerja,” tulis @MemeComicIndo seperti dikutip dari BeritaHits.id, Sabtu (20/3/2021).

Unggahan tentang jembatan Rp 200 juta di Gresik ini pun mendapat banyak tanggapan dari pengguna Twitter. Tak sedikit warganet yang mencoba ‘positive thinking’.

“Rp 200 juta itu normal, untuk kualitas bahan baku impor, semen dari Kamerun, rangka baja dari Jerman, pasir dari Argentina, sekop, cangkul nyewa dari Rusia, yang dipakai juga tenaga kerja asing dari China,” tulis warganet.

Akan tetapi, ada pula warganet yang melihat jembatan tersebut dari sudut pandang dunia keartisan.

“Wajar mahal yang ngaduk semen Raffi Ahmad, yang masang besi Deddy Corbuzier, dan disiarkan langsung di Trans7,” tulis warganet ini.

Ada pula warganet yang mencoba review jembatan ala Sisca Kohl yang viral.

“Jembatan 200 juta check. Jadi kali ini desa punya proyek. Aku dan adikku suka banget sama proyek seperti ini. Aku beli semen dari Zimbabwe 50 juta, semen ini sangat langka. Pasirnya beli di Hawaii 100 juta. Tukangnya kita impor langsung dari Kutub Utara. Mari kita cobaaa,” tulis warganet.

Herannya, kondisi jembatan dengan anggaran bengkak tersebut mendapatkan perbedaan dari kepala desa setempat. Menurutnya, jembatan tersebut sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun 2020.

“Dana itu diambilkan dari Bantuan Khusus atau BK. Memang nilainya segitu,” kata Kepala Desa Wadak Kidul Moh Hamam saat ditemui di Balai Desa Wadak Kidul, Kamis (18/3/2021), seperti dikutip BeritaHits.id dari SuaraJatim.id.

“Baru selesai akhir tahun kemarin. Mulai pengerjaan bulan Oktober,” katanya melanjutkan.

“Anggarannya memang sekian, ada RAB-nya. Nanti kalau sudah selesai dari verifikasi baru kami beri pembatas,” katanya.

Lebih lanjut, Hamam menyebutkan bahwa penyebab pembengkakan anggaran tersebut salah satunya kondisi tanah di sekitar jembatan sangat labil. Untuk itu sebelum membangun jembatan, ia juga memasang paku bumi sedalam 1,5 meter.

“Kondisi tanahnya memang bergerak. Jika kontruksinya tidak kuat maka jembatan akan cepat ambles,” pungkasnya.