Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prank Sumbangan Akidi Tio, Roy Suryo: Mirip Mukidi yang Dulu Berkata Ribuan Triliun


BACANEWS.ID - Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga era SBY, Roy Suryo mengomentari isu sumbangan Rp2 triliun oleh konglomerat Sumatera, Akidi Tio.

Sayangnya, hingga Senin (2/8) siang, sumbangan itu tak kunjung ditransfer. Anak Akidi Tio, Heriyanti akhirnya diamankan oleh Polda Sumsel.

Roy Suryo mengatakan, sejak awal dirinya sudah ragu dengan janji itu. Dia menilia, kasus janji uang triliun ini mirip mukidi.

“He-he-he. Sejak dulu, saya sudah ragu soal sumbangan 2 T ini, apalagi namanya mirip-mirip mukidi yang dulu juga berkata punya ribuan triliun,” tulis Roy Suryo akun Twitter-nya, Senin (2/8).

Tidak jelas siapa Mukidi yang dimaksud oleh Roy Suryo. Namun dia bilang bahwa kemiripan keduanya adalah suka prank.

“Akidi-Mukidi, mungkin hanya nama yang mirip, mirip juga dengan ungkapan just kiddi…ng, alias cuman boong, kata yang suka nge-prank itu. AMBYAR,” tulis Roy.

Sebelumnya, Anak bungsu konglomerat Akidi Tio, Heriyanti ditangkap pihak kepolisian Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terkait janji sumbangan Rp2 triliun untuk pemerintah Indonesia namun tak kunjung terealisasi.

Dia dijemput langsung oleh Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro ke Mapolda Sumsel.

Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel sekitar pukul 13.0 WIB. Menggunakan baju batik, Heriyanti hanya bungkam.

Di langsung digiring ke ruangan Dir Ditkrimum Polda Sumsel untuk diminat keterangan. Belum ada informasi resmi terkait Heriyanti. Kini dia masih menjalani pemeriksaan.

Adapun Akidi Tio sudah lama meninggal dunia. Namanya kembali mencuat ketika keluarganya sesumbar bakal memberikan sumbangan sebesar Rp2 triliun untuk penanganan pandemi. Uang itu nantinya akan diserahkan melalu Polda Sumsel.

Bahkan penyerahan sumbangan Akidi Tio telah dilakukan secara simbolis berlangsung di Gedung Promoter Polda Sumsel yang dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri S, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, hingga perwakilan beberapa pemuka agama.